Memahami Konsep Kesehatan dan Pengobatan menurut Rasulullah saw
Banyaknya penykit di zaman ini yang obatnya hamper tidak diketahui dalam ilmu kedokteran modern, padahal obatnya terdapat di dalam Kitabullah Al-Quran dan Sunnahnya.
Kewajiban seorang Muslim selalu menjaga akhlak dan adab Islam dalam setiap kondisi dan tempat. Adalah perbuatan dan kebiasaan Rasulullah saw sebagai teladan terbaik, menjaga kesehatan jasmani dan kesehatan jiwa secara seimbang dan sempurna.
Konsep Nubuwwah
“Orang mukmin yang kuat, lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada orang mukmin yang lemah, dalam segala kebaikan. Bersemangatlah kalian dalam segala hal yang memberi manfaat bagimu, mohonlah pertolongan Allah dan janganlah merasa lemah”. (HR. Muslim)
“Barangsiapa yang berwudhu, lalu ia membaguskan wudhunya, maka seluruh dosanya akan keluar dari tubuhnya hingga yang berada dibawah kuku-kukunya”. (HR. Muslim)
“Dan janganlah kalian mendekati zina, sesungguhnya zina adalah perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk”. (QS. Al-Isra: 32)
“Bahwasanya Rasulullah saw biasa tidur pada awal malam dan bangun di sepertiga akhir, lalu beliau shalat”. (HR. Bukhari dan Muslim)
“Dari perut Lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, didalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia”. (QS. An-Nahl: 69)
“Hendaklah kalian mengkonsumsi habbatus sauda, karena ia mengandung obat dari segala macam penyakit, kecuali kematian”. (HR. Bukhari dan Muslim)
“Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi dan binatang yang disembelih disebut nama selain Allah”. (QS. Al-Baqoroh: 173)
“Sesungguhnya khamer (minuman ber-alkohol) itu bukan obat, tetapi penyakit”. (HR. Ahmad)
“…dan Allah menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk”. (QS. Al-Araf: 157)
“Pengobatan yang paling ideal yang dilakukan manusia adalah Al-Hijamah (Berbekam)”. (HR. Muslim)
“Berobatlah kalian wahai hamba Allah, sesungguhnya Allah tidak menurunkan penyakit melainkan Dia juga yang menurunkan obatnya”. (HR. Ashabus Sunan)
Ikhtisar Thibbun Nabawi
1. Mencegah datangnya Penyakit dan Racun
a. Menjaga Kebugaran dengan Selalu Berolahraga yang Teratur
Adalah Rasulullah saw menganjurkan anak-anak dan umatnya untuk memanah, berenang dan menunggang kuda (Hadits dari Umar bin Khattab). Begitu juga Rasulullah saw bersama istrinya Aisyah ra pernah melakukan balap lari. Rasulullah saw juga pernah melakukan olahraga ketangkasan gulat dan beladiri tanding dan beliau sering memenangkannya. Seluruh olahraga itu akan melatih keseimbangan tubuh, selalu bergerak dan menguatkan, lebih percaya diri, dan memiliki ketenangan jiwa.
b. Menjaga Kesehatan dan Kebersihan
Berikut ini adalah kegiatan yang sering dan menjadi kebiasaan Rasulullah saw dikumpulkan dari berbagai riwayat hadits: bersiwak (gosok gigi), mandi, berwudhu, berkhitan (sunat), mencukur bulu kemaluan, kumis dan bulu ketiak, memotong kuku, bercelak dengan itsmid menjelang tidur, menyisir rambut dan meminyakinya, mencuci tangan, menjaga wangi tubuh dengan wewangian, membersihkan lingkungan dan sanitasi, tidak mencampur orang sakit dan sehat dalam satu ruangan, menjauhi zina/seks haram, menggunakan air yang mengalir, tidur yang berkualitas, dan selalu berbekam dikala letih dan sakit.
c. Menjaga Ibadah dengan Baik dan Khusyu
Senantiasa menjaga tegaknya shalat lima waktu, menghidupkan bangun malam untuk bertahajud, melaksanakan shaum sunnah (berpuasa), berzikir setiap kondisi, melaksanakan jihad fi sabilillah, dan melaksanakan haji.
d. Menjaga Perilaku sesuai Sunnah Nabi SAW
Keharusan kita sebagai Mukmin mencontoh kebiasaan yang terbaik dari Rasulullah saw dengan menjaga adab Islam dan menjaga kesehatan jasmani dan ruhani yang sempurna dan disiplin.
2. Mengonsumsi Makanan yang Baik dan Bergizi
Berikut ini adalah makanan dan minuman yang sering dikonsumsi oleh Rasulullah saw dikumpulkan dari berbagai riwayat hadits: air jernih, air zam-zam, ASI untuk bayi genap 2 tahun, madu, daging sehat dan halal, minyak zaitun, habbatus sauda, kurma ajwah, jahe, susu, garam, buah-buahan. Cara makan dan minum sesuai sunnah yang diajarkan Nabi adalah: makan dengan menggunakan jari tangan, tidak makan sampai kenyang, berhenti makan sebelum kenyang, mengunyak makanan hingga halus dengan perlahan, menghabiskan sisa makanan, posisi duduk diatas satu kaki dan menekuk kaki, dan tidak bernafas saat minum.
3. Tidak Mengonsumsi Makanan Tidak Baik dan Haram
Rasulullah saw tidak pernah mengonsumsi dan melarang umatnya menjauhi beberapa jenis makanan dan minuman berikut: daging babi, khamer, rokok, bangkai, makanan syubhat, makanan yang mengandung pengawet dan residu obat, daging binatang bertaring dan daging binatang yang hidup di dua alam.
4. Melakukan Pengobatan dan Membuang Racun dari Tubuh
Rasulullah saw senantiasa melakukan Al-Hijamah (berbekam) dikala letih dan sakit, gurah, bercukur, ruqyah sendiri, memperlancar BAB dan BAK, dan melaksanakan perobatan yang islami.
Sumber:
Thibbun Nabawi, Ibnu Qayyim Al Jauziyah
Pengobatan dan Penyembuhan menurut Wahyu Nabi, Ayman bin Abul Fatah
Al Qur’an dan Hadits Shahih
Thibbun Nabawi, Ibnu Qayyim Al Jauziyah
Pengobatan dan Penyembuhan menurut Wahyu Nabi, Ayman bin Abul Fatah
Al Qur’an dan Hadits Shahih


